Publikasi

Imanensi dan Transendensi

Buku ini merupakan historiografi baru tentang filsafat Prancis kontemporer berdasarkan titik pijak problem imanensi. Bertolak dari kajian tentang akar problem imanensi dalam filsafat Hegel yang ditafsirkan ulang oleh Kojève dan Hyppolite, buku ini memperlihatkan eksistensi dua kubu filsafat yang eksis pada panggung intelektual Prancis sejak tahun 60-an —di satu pihak terdapat Derrida, Sartre dan Lyotard yang pemikirannya tentang imanensi masih diresapi oleh anasir-anasir transendensi dan, di pihak lain, Deleuze dan Foucault yang mencoba mengkonstruksi imanensi total—dan kian meruncing dalam generasi 80/90-an seperti Laclau, Žižek, Badiou dan Negri.

Dengan kata lain, buku ini mengeksplisitkan dua bentuk jawaban dari sebuah pertanyaan fundamental yang melandasi keseluruhan formulasi teoretik filsafat Prancis kontemporer: Bagaimanakah cara mengafirmasi imanensi?—apakah melalui transendensi (negativitas, mediasi, representasi) ataukah melalui imanensi itu sendiri (positivitas, imediasi, presentasi)?

Tebal: 271 halaman

Penerbit: Komunitas Aksi Sepihak

Tahun terbit: 2009

Alain Badiou dan Masa Depan Marxisme

Buku “Alain Badiou dan Masa Depan Marxisme” karangan Martin Suryajaya ini merupakan pengantar menuju pemikiran Alain Badiou, seorang filsuf Maois Prancis kontemporer. Pemikirannya yang dikupas adalah teorinya tentang emansipasi dan tentang tesisnya bahwa “Komunisme itu benar adanya”. Dalam kupasan itu, gagasan filsafat Badiou ditempatkan dalam konteks sejarah gerakan Kiri dunia: Komune Paris, Revolusi Bolshewik, Revolusi Kebudayaan dan Peristiwa Mei ’68. Melalui buku ini, kita juga disodori rekonstruksi Badiou atas fase-fase gerakan komunis yang dibaca dari kerangka filsafat. Buku ini cocok dibaca oleh peminat filsafat Prancis kontemporer maupun Marxisme.

Tebal: 300 halaman

Penerbit: Resist Book

Tahun terbit: 2011

Materialisme Dialektis: Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer

Filsafat kontemporer tengah dilanda krisis. Hegemoni pascamodernisme selama nyaris setengah abad kian memudar hari-hari ini. Ungkapan-ungkapan seperti ‘tak ada sesuatupun di luar teks’, ‘realitas hanyalah efek diskursus’, ‘kebenaran hanyalah perkara kekuasaan’ dan ‘pengutamaan pada Sang Liyan’ yang dulu diterima hampir setiap orang tanpa dipertanyakan, kini mulai kehilangan daya analitiknya. Orang mulai letih dengan repetisi frase-frase semacam itu dan mulai mempertanyakan kembali segala yang dulu diyakini begitu saja sebagai ‘iman pascamodern’. Muncul filsuf-filsuf seperti Alain Badiou, Slavoj Žižek dan Quentin Meillassoux yang menggugat dogma-dogma dasar filsafat pascamodern. Badai perdebatanpun mengiringi proses tumbangnya hegemoni pascamodern.

Buku ini hadir tidak untuk meratapi tumbangnya hegemoni setengah abad itu, melainkan untuk memahami mengapa keruntuhan ini tak terelakkan. Sebagai sebuah karya polemik, buku ini memuat kritik sistematik atas filsafat kontemporer dalam berbagai variannya, mulai dari dekonstruksionisme Derrida, fenomenologi Husserl, pascamarxisme Laclau-Mouffe dan otonomisme Negri-Hardt. Kita akan mempelajari bagaimana filsafat kontemporer mengandung kontradiksi yang tak terpecahkan olehnya sendiri. Kontradiksi itu menunjukkan kebuntuan pascamodernisme sekaligus kemestian bagi pelampauannya. Buku ini berargumen bahwa materialisme dialektis adalah satu-satunya solusi logis atas kontradiksi internal filsafat kontemporer. Pelampauan atas krisis filsafat kontemporer hanya dimungkinkan melalui rehabilitasi materialisme dialektis atau filsafat Marxisme. Dengan demikian, terbukalah suatu zaman baru dalam sejarah filsafat kontemporer. Lewat pembongkaran kekeliruan cara berpikir yang melanda kaum intelektual dan aktivis gerakan sosial selama musim pascamodern, buku ini mencoba membangun paradigma dimana kebenaran objektif dan politik emansipatoris justru saling mengandaikan.

Tebal: 378 halaman

Penerbit: Resist Book

Tahun terbit: 2012

MY ARTICLES

Asal-Usul Kekayaan: Sejarah Teori Nilai dalam Ilmu Ekonomi dari Aristoteles sampai Amartya Sen

Ilmu ekonomi bertumpu pada sebaris pertanyaan fundamental: dari manakah asal-muasal kekayaan? Dalam sebuah masyarakat di mana perdagangan telah menjadi bentuk umum pemenuhan kebutuhan hidup manusia, kekayaan hadir dalam dimensi yang khas.

Objek kekayaan mengemuka sebagai komoditas atau barang serta jasa yang dapat dipertukarkan. Karenanya, pertanyaan tentang asal-muasal kekayaan pada dasarnya identik dengan pertanyaan tentang asal-muasal ketertukaran komoditas. Bagaimana komoditas yang memiliki kegunaan yang berlainan dapat dipertukarkan sama sekali? Bukankah sepasang komoditas dapat dipertukarkan sejauh keduanya senilai? Pertanyaan dasar inilah yang melahirkan teori pertama dalam ilmu ekonomi: teori nilai.

Buku ini melacak sejarah perdebatan antara dua gugus teori nilai paling dominan, yakni teori nilai-kerja dan teori nilai-utilitas, serta membentangkan pengandaian filosofis dari keduanya. Dengan demikian, buku ini memuat kajian sistematis yang bergerak pada tiga disiplin sekaligus: ilmu ekonomi, sejarah pemikiran dan filsafat ilmu. Pada puncaknya, buku ini memuat argumen bagi teori nilai-kerja Marxian sebagai alternatif terhadap teori nilai-utilitas Neoklasik yang kini menyeret realitas perekonomian global pada krisis.

Tebal: 368 halaman

Penerbit: Resist Book

Tahun terbit: 2013

Mencari Marxisme: Kumpulan Esai

Esai-esai di buku ini adalah kumpulan terpilih tulisan Martin Suryajaya di situs indoprogress.com selama 2010-2014. Esai-esai ini telah dipilah secara tematis agar keterhubungan logisnya lebih mudah dicermati.

Bila ada benang merahnya, maka di sepanjang kumpulan tultsan ini akan kita saksikan sikap “berpegang teguh pada metode,” Martin tidak berpegang pada otoritas Marx dan teks-teksnya. Sebaliknya, yang ia lakukan adalah analisis logis atas Marxisme, yang dalam banyak tulisannya dilakukan melalui sederet klarifikasi atas banyak konsep Marxis.

Tebal: 334 halaman

Penerbit: Marjin Kiri

Tahun terbit: 2016

Sejarah Pemikiran Politik Klasik: dari Prasejarah hingga Abad ke-4 M

Apa itu politik? Sejak kapankah tatanan politik muncul? Seperti apakah bentuk pemerintahan yang paling ideal itu? Apa sajakah komponen dari pengetahuan politik? Apakah hubungan antara politik dan etika? Bagaimanakah wacana soal kebebasan muncul untuk pertama kalinya? Itulah sebagian pertanyaan yang diajukan dalam sejarah pemikiran politik Klasik.
Ini adalah buku pertama dari seri buku Sejarah Pemikiran Politik. Di dalamnya diuraikan tentang sejarah perkembangan pemikiran politik sejak masa prasejarah hingga abad ke-4 Masehi, dalam tradisi Barat maupun Timur. Pemikir yang dibahas mencakup sosok yang relatif dikenal seperti Plato, Aristoteles dan Cicero, hingga sosok yang masih langka dibahas di Indonesia, seperti Thoukydides, Polybios dan Kautilya. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna bagi kajian sosial dan politik, sejarah pemikiran serta filsafat.

Tebal: 363 halaman

Penerbit: Marjin Kiri

Tahun terbit: 2016

Sejarah Estetika

Apa itu karya seni dan sejak kapan hal itu ada? Bagaimana mulanya kesenian dipandang sebagai tiruan atas alam? Dapatkah kesenian dinilai dari fungsi sosialnya? Mengapa komposisi tertentu cenderung dianggap indah? Dari mana asal-muasal gagasan tentang seniman sebagai seorang jenius dan konsepsi soal fiksi sebagai wacana yang otonom terhadap evaluasi faktual? Mengapa seni dibedakan dari kerajinan dan seni murni dipisahkan dari seni terapan? Mengapa kesenian mulai dilihat dalam kacamata subjektif sebagai wilayah perasaan murni? Dari mana asal-usul pandangan bahwa kerja seni semestinya dijalankan demi seni itu sendiri? Apakah bentuk merupakan satu-satunya ciri hakiki karya seni? Apa hubungan antara modernisme estetis dan doktrin kekhasan wahana? Mengapa pengarang dianggap sudah mati dalam era pascamodern? Bagaimana menempatkan komitmen sosial-politik dalam konteks praktik artistik? Adakah syaraf khusus yang membuat orang merasakan keindahan? Inilah pokok-pokok persoalan dalam sejarah perdebatan estetika sepanjang zaman.

Dalam buku ini, diuraikan tentang sejarah perkembangan estetika sebagai filsafat kesenian sejak masa prasejarah hingga abad ke-21. Pemikir yang dibahas mencakup sosok yang relatif dikenal seperti Plato, Thomas Aquinas, Immanuel Kant dan Martin Heidegger, hingga sosok yang masih langka dibahas di Indonesia, seperti Philodemos, Ibn al-Haytham, Eduard Hanslick dan Dziga Vertov. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna dalam kritik seni dan sastra, kurasi dan praktik berkesenian itu sendiri.

Tebal: 939 halaman

Penerbit: Gang Kabel

Tahun terbit: 2016

Kiat Sukses Hancur Lebur

“Percayakah kamu kalau kubilang saat ini pukul empat sore di matahari?”

Pada 2019, seorang kritikus bernama Andi Lukito menerima naskah Kiat Sukses Hancur Lebur. Naskah semacam novel itu karya Anto Labil S.Fil, salah seorang anggota “tujuh pendekar kere”, sebuah persekutuan sastra radikal dekade 90-an yang aktif di Kota Semarang.

Naskah yang ditulis dengan gaya bahasa seorang pemabuk yang hampir pingsan itu membuat Andi merasa tidak pernah cukup meneguk zat asam saat menyuntingnya. Dengan simpati yang meluap-luap kepada pembacanya, Anto Labil membabarkan sekian perkara: apa itu business, kegunaan manajemen bisnis, dasar-dasar akuntansi garda depan, pemrogram komputer sepuluh jari, kisi-kisi ujian masuk CPNS, etika hidup (dan bunuh diri yang baik) di apartemen, dan masih banyak lagi. Di satu bagian, Anto bercerita bagaimana penampakan lele–hewan air sahabat terbaik para perenung–di Sendangmulyo mengilhami lahirnya lagu legendaris “Perdamaian” dari grup kasidah Nasida Ria Safari.

Novel debut Martin Suryajaya yang bakal membuatmu merasa seluruh hidupmu sebelum memegang buku ini baik-baik belaka.

Tebal: 216 halaman

Penerbit: Banana

Tahun terbit: 2016

Publikasi Lain

Bunga Rampai

Artikel Jurnal

  1. “Disposisi dan Keniscayaan”. Diskursus vol. 13, no. 1, April 2013.

  2. “Intensionalitas Fisik: Argumen untuk Fisikalisme Non-Reduktif”Indoprogress no. 3, 2014.

  3. “Teori-Teori tentang Suara-Lebih”Indoprogress no. 4, 2015.

  4. “Aesthetics and Politics in Indonesian Art”. Dalam jurnal Di’van: A Journal of Accounts, Art, Culture, Theory, University of New South Wales, No. 1 Desember 2016.

Terdepan, Terluar, Tertinggal:

Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045

"Saya coba menangkap suatu benang merah tersembunyi dalam sejarah kesusastraan kita; sesuatu yang diam-diam menggejala dan sesekali tampil ke permukaan dalam wujud yang acak dan tak mudah diduga. Untuk itulah saya membentangkan semacam nadi tersembunyi bangsa Indonesia dalam rentang satu abad agar kita dapat melihat betapa denyut samar itu masih ada dan terus bersama kita, bahkan sampai hari ini, seratus tahun setelah para penyair berkebangsaan Indonesia menuliskan sajak-sajaknya."
--Sulaiman H.

Melalui sejarawan bernama Sulaiman H, Martin Suryajaya membentangkan kepada kita riwayat puisi Indonesia dalam rentang satu abad. Suatu karya historiografi spekulatif yang berdiri di atas sejarah faktual Indonesia. Nyanyi sunyi ke sekian yang menghimpun kebajikan serta keburukan lirisisme dalam 20 lebih suara. 'Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045' adalah buku puisi debut yang tak bisa Anda lewatkan.

Tebal: 216 halaman

Penerbit: Anagram

Tahun terbit: 2020

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram
  • Icon Goodreads
Kontak