Rumpun Filsafat

Kajian tentang hukum-hukum yang mengatur kebenaran dan kesalahan secara a priori, Kebenaran logis tidak terbatas pada korespendensi dengan kenyataan aktual, tetapi juga dengan seluruh kenyataan yang mungkin dan takmungkin. Karenanya, logika bersifat a priori, mengakses segala yang tidak dapat dihabiskan oleh pengalaman empiris. Karenanya juga, logika bukan sekadar 'hukum berpikir'.

Kajian tentang hakikat segala sesuatu: yang ada, yang tiada, yang mungkin dan takmungkin ada maupun tiada. Metafisika lebih luas dari ontologi. Sementara ontologi mengkaji apa saja yang ada, metafisika membahas hakikat segalanya, tidak terbatas pada apa yang ada. Bersenjatakan logika, metafisika mencari struktur formal yang mendasari segala kenyataan: aktual, non-aktual dan takmungkin.

Kajian tentang hakikat pengetahuan, baik dalam aspek a priori (pra-pengalaman) maupun a posteriori (pasca-pengalaman). Epistemologi memberikan pendasaran bagi akses manusia ke dunia dengan menjawab pertanyaan pokok ini: bagaimana manusia, yang terhingga, dapat mengakses kenyataan, yang tak terhingga?

Kajian tentang hubungan sosial ditinjau dalam aspeknya yang paling umum, meliputi kekuasaan, hak, serta akses ke sarana produksi. Filsafat politik menghimpun di dalamnya seluruh gejala sosial-ekonomi. Dalam kerjasama dengan estetika, filsafat politik menghimpun pula seluruh gejala etika dan kebudayaan.

Kajian tentang seni dan segala manifestasinya dalam pengalaman manusia, meliputi sensasi keindahan, kesubliman, kenikmatan dan segala bentuk ekstase. Estetika harus dibedakan dari artistika. Sementara artistika berkenaan dengan aspek teknis dari kesenian, estetika berurusan dengan hakikat dari segala yang berkaitan dengan kesenian.

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram
  • Icon Goodreads
Kontak